Top Stories

\

Tokoh Kita Hari Ini

Bagaimana Penampilan Website ini Menurut Ente ?




View Results
silahkan isi untuk kemajuan wesite kita

Longsor Terjadi di 5 Wilayah di Bogor, 1 Tewas dan Belasan Rumah Rusak

Bogor - Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Kota dan Kabupaten Bogor sejak Jum'at (26/12/2014) sore hingga malam, mengakibatkan bencana longsor terjadi di 5 (lima) titik berbeda di Kabupaten Bogor.

Pada Jum'at sore, longsor terjadi di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Di lokasi ini, tebing setinggi sekitar 3 meter ambrol dan mengakibatkan arus lalulintas di jalur Puncak macet total, karena longsoran tanah sempat menutup jalan raya.

Pada saat yang nyaris bersamaan, longsor juga terjadi di Kampung Caringin, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tebing setinggi sekitar 10 meter ini tiba-tiba ambrol saat di lokasi tengah di guyur hujan deras. Tiga rumah milik Pipih (50), Daud (55) dan Ajid (60), yang berada di bawah tebing, ikut ambruk tertimpa longsoran.

Dalam kejadian itu, Ny Uha (70), orang tua Pipih, tewas tertimbun tanah dan material rumah karena tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara seorang warga lainnya mengalami luka-luka. Tubuh Ny Uha berhasil diangkat dari reruntuhan puing bangunan rumah dan tanah, setelah sempat tertimbun selama 2 jam.

"Korban meninggal setelah tertimbun karung, yang digunakan untuk menahan tebing di belakang rumahnya," kata Kepala Seksi (Kasi) Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo.

Hujan deras yang terus melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor, juga mengakibatkan longsornya tebing di Desa Lembah Duhur, Kecamatan Caringin. Di lokasi ini, dua rumah rusak tertimbun material longsor. Sementara dua lokasi longsor lainnya berada di Desa Srogol dan Desa Ciburui, Kecamatan Cigombong, Bogor dan mengakibatkan 7 rumah rusak berat dan 8 orang lainnya mengalami luka-luka.

Budi mengatakan, saat ini seluruh anggota BPBD dan Tim Reaksi Cepat Kabupaten Bogor telah disebar ke titik-titik lokasi longsor untuk melakukan penanganan. "Anggota sudah menyebar ke lokasi-lokasi longsor. Kita siagakan malam ini untuk melakukan penanganan dan mengirim bantuan," kata Budi Aksomo.

TPM investigasi penganiayaan Ustadz oleh sipir di Nusa Kambangan

CILACAP (Arrahmah.com) - Terkait penganiayaan terhadap ustadz Amir dan ustadz Suparjo alias Sarwo Edi yang dilakukan oleh petugas LP Kembang Kuning di LP Permisan, Nusakambangan., Cilacap, Jawa Tengah. Koordinator Tim Pembela Muslim Solo mengaku bahwa persoalan tersebut sudah diinvestigasi oleh mereka dan akan ditindak lanjuti proses hukumnya serta pihak aparat juga sudah menanggapi persoalan ini.
"Kita sudah mendatangi LP Permisan dan menemui ikhwan-ikhwan di sana untuk mengumpulkan data. Saat ini pihak kepolisian dari Polres Cilacap sudah menyelidiki kasus penganiayaan tersebut," Kata Budi saat dihubungi arrahmah.com, Rabu, (23/1/2013).
Sebagaimana diberitakan voa-islam sebelumnya, Achmad Michdan, koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) menyampaikan kronologis penganiayaan oleh petugas LP Kembang Kuning terhadap ustadz Amir dan ustadz Suparjo alias Sarwo Edi di LP Permisan, Nusakambangan.
Pada hari Rabu (16/1/2013) di LP Permisan ada pertandingan futsal antar napi, diantaranya tim tamu dari LP Kembang Kuning. Pertandingan ini sudah sering, kadang tim futsal LP Permisan pun ke LP Batu.
Ketika pertandingan berlangsung, tim dari LP Kembang kuning mulai main kasar, ketika ada pelanggaran keras, salah satu napi ustadz Sarwo Edi berteriak, ini pelanggaran, kartu kuning! Tetapi wasitnya tidak mengeluarkan kartu kuning. Wasitnya itu adalah petugas LP dari Kembang Kuning. Maka supporter dari LP Permisan pun kecewa karena wasit seolah membela timnya sendiri.
Lalu ustadz Amir protes dan sempat terjadi adu mulut. Tiba-tiba ustadz Amir diserbu dan dipukuli oleh petugas pengawal dari LP Kembang Kuning. Jadi dua orang memegang ustadz Amir dan satu orang memukulinya hingga tersungkur.
Lalu datanglah ustadz Sarwo Edi untuk membantu ustadz Amir yang dianiaya sipir. Namun akhirnya ustadz Sarwo Edi pun dipukuli juga. Akibatnya, kedua orang tersebut menderita luka-luka, bibirnya pecah, memar-memar, kepalanya bengkak dan lehernya kaku.
Pihak napi sudah minta supaya discan di Rumah Sakit tetapi sampai saat ini tidak dikabulkan. Pihak sipir hanya mendatangkan dokter dari LP Batu. Tetapi menurut napi, mereka khawatir ada luka dalam akibat korban penganiayaan. Ustadz Amir misalnya, kepalanya dipukuli dan pagi harinya mual-mual.   
Identitas sipir LP Kembang Kuning yang melakukan pemukulan itu adalah; Shodiq, Andi, Moko dan Sukisno. Kejadian penganiayaan itu di aula tempat pertandingan futsal. Demikian kronologis singkat yang dipaparkan TPM. (bilal/arrahmah.com)

Menag Ancam Segera Pecat Pegawai Depag

JAKARTA --Jengkel dengan tudingan korupsi pengadaan Alquran, Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan akan memecat pegawainya bila terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran. “Saya pecat pegawai Kementerian Agama bila terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kitab suci Alquran,” ujarnya.

Menurut dia, kasus korupsi Alquran di jajarannya sangat memalukan dan merupakan tamparan pedas bagi instansinya. Padahal, kata dia, Kemenag baru saja menerima penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan. Kemenag, kata Suryadharma, menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK sedang menyelidiki tiga kasus dugaan korupsi bernilai puluhan miliar rupiah di Kemenag, yakni dua proyek pengadaan Alquran pada 2011- 2012 dan satu proyek pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah pada 2011. KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Alqur an.

Pertama, anggota DPR periode 2009-2014 yang juga duduk di Badan Anggaran DPR berinisial ZD. Tersangka kedua berinisial DP, direktur PT KSAI. KPK tidak memerinci siapa sosok DP, tapi dia diduga anak ZD. KPK juga meminta cegah tangkal terhadap para tersangka kasus.

Ketua KPK, Abraham Samad, mengatakan kasus ini berdasarkan pengembangan penyidikan operasi tangkap tangan. Dalam menjalankan modusnya, ZD mengarahkan oknum Ditjen Bimas Islam Kemenag dan satu perusahaan dalam proyek pengadaan Alquran. ZD juga mengarahkan oknum di Ditjen Pendidikan Islam untuk memenangkan proyek pengadaan Alquran dengan menunjuk PT BKM.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Ridwan, di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, mengatakan korupsi saat ini sudah semakin parah. Dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kemenag mencoreng hati umat Islam karena oknum pemerintah sudah berani mengorupsi pengadaan kitab suci itu. “Ini sangat mengecewakan. Memalukan,” ujarnya.